Pekarangan Situs Pusdiklat Industri

Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif, dan Normatif SMK-SMAK/SMTI

Latest

Jakarta--Hotel Millenium Sirih, Dilaksanakan Workshop Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif dan Normatif SMK-SMAK/SMTI dilingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian pada 25 - 28 Agustus 2014. Workshop tersebut dihadiri oleh 142 Peserta dari SMK-SMAK/SMTI yang terbagi menjadi 31 kelompok penyusun modul sebagai berikut :

Baca lengkapnya...

 

Kerjasama Pusdiklat Industri dengan Dunia Usaha dan Asosiasi Industri

Newsflash

   Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, hingga kuartal ketiga tahun 2014 telah beberapa kali melakukan Pertemuan dengan Dunia Usaha Industri untuk menjajaki kerjasama pembangunan SDM Industri. Pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan sebagai salah satu usaha untuk membangun dan memberdayakan tenaga kerja dan calon tenaga kerja industri yang berkompeten dan tersertifikasi. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan cara memfasilitasi pembangunan infrastuktur sertifikasi kompetensi, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja dan calon tenaga kerja sektor industri. Pembangunan dan pengembangan Diklat berbasis kompetensi tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten, produktiff dan berdaya saing tinggi bagi industri nasional, serta sebagai technical barrier bagi pasar tenaga kerja ASEAN pada AEC yang akan berlangsung Desember 2015 mendatang.

   Pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan dalam beberapa waktu yang lalu antara lain dengan Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia di Jakarta, Asosiasi Industri Petrokimia di Banten, dan terakhir dengan berbagai asosiasi industri lainnya bersama-sama dengan KADIN di Medan. Pada beberapa pertemuan tersebut, Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian juga mengajak bersama beberapa instansi pemerintah terkait lainnya seperti Kemenakertrans, Kemendikbub, Bappenas, dan Kemenpan RB untuk bersama-sama mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan bagi SDM Industri nasional yang sudah berjalan saat ini dan juga pembangunan Akademi Komunitas.

   Seperti yang sudah diketahui, Infrastruktur sertifikasi terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, serta Asesor Lisensi dan Asesor Kompetensi. Selain itu, Pusdiklat Industri juga melakukan pembangunan akademi komunitas di beberapa kawasan industri di Indonesia sebagai penyelenggara pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dengan beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu yang berbasis kebutuhan serta keunggulan industri lokal untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat.

 

Rapat Penyusunan RIP SKKNI Sektor Industri

Latest

     Senin, 11 Agustus 2014, bertempat di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, telah diselenggarakan Rapat Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri. Rapat tersebut dibuka oleh Kapusdiklat Industri, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Direktorat di bawah Kementerian Perindustrian. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional 2015 - 2035, dan berfungsi menyosialiasasikan dan mengajak kepada seluruh aparatur di lingkungan Kemenperin untuk bersama-sama menyadari dan mengusahakan mengenai pentingnya persiapan pembangunan SDM Industri Nasional yang berkompeten.

   Untuk mempersiapkan tenaga kerja sektor industri yang berkompeten guna meningkatkan peran SDM Industri lokal Indonesia dalam pembangunan bidang Industri sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional, Pusdiklat Industri bertugas menyiapkan infrastruktur sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor industri yang terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, Fasilitasi pengembangan dan pembentukan Asesor Lisensi, Asesor Kompetensi, Serta Master Asesor.

   Pengembangan dan pembangunan SDM industri yang kompeten tentunya di mulai dengan penyusunan SKKNI sebagai dasar/kriteria uji kompetensi, kemudian diikuti oleh pembentukan LSP dan TUK sebagai sarana uji kompetensi, dan adanya asesor lisensi untuk penilaian terhadap LSP dan TUK, asesor kompetensi dan masster asesor sebagai penilai daripada unjuk kerja tenaga kerja/calon tenaga kerja yang diuji. Selain itu, fungsi dari SKKNI juga dapat diturunkan menjadi materi bahan ajar dan kurikulum dalam pendidikan berjenjang, sehingga kompetensi calon tenaga kerja dapat dijamin dan telah sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja di industri.

   Oleh karena itu, melihat pentingnya fungsi dan peran dari SKKNI tersebut, maka Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian sebagai sekretariat komite Standar Kompetensi Tenaga Kerja Sektor Industri telah menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) SKKNI Sektor Industri sebagai salah satu cara untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sektor industri sesuai dengan jenis-jenis industrinya masing-masing (sebagaimana dijelaskan di dalam Permenperin No. 64 Th. 2011) untuk disusun sesuai prioritas kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini, dan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas tenaga kerja di ASEAN (AEC) yang akan berlangsung pada akhir 2015 mendatang.

 

Pembukaan Diklat PIM Tk. III dan IV

Diklat PIM

PEMBUKAAN DIKLAT KEPEMIMPINAN TK. III DAN IV

 

Kegiatan Diklat Kepemimpinan Tk. III dan IV angkatan 13 - 19 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian pada tanggal 13 Agustus 2014 di ruang Rajawali Pusdiklat Kemenperin. Pembukaan diklat kali ini dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV Kemenperin dari masing masing unit kerja sebanyak 70 peserta, turut hadir juga Deputi LAN dan Widyaiswara pengajar diklat PIM.

Kepala Pusdiklat Industri, Bapak Mujiyono menyampaikan sambutan dan menjelaskan sistem penilaian serta mekanisme diklat PIM pola baru. Selanjutnya Sekjen Perindustrian menyampaikan beberapa poin, antara lain :

  1. Pada semester I tahun 2014, sektor Industri Pengolahan Non Migas masih menjadi motor dan sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan tingkat pertumbuhan mencapai 5,42%atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12%.
  2. Sektor industri pengolahan memberikan sumbangan terbesar bagi PDB Nasional, dengan kontribusi mencapai 20,83% jika tanpa minyak dan gas atau 23,75% jika dihitung dengan memasukkan minyak dan gas.
  3. Disamping itu, dalam pelaksanaan RKP Tahun Anggaran 2014, Kementerian Perindustrian juga melaksanakan kegiatan prioritas nasional, antara lain:
    1. Revitalisasi industri pupuk dan industri gula
    2. Fasilitasi Pengembangan Pusat-Pusat Pertumbuhan Industri
    3. Pengembangan Konversi BBM ke BBG dan pengembangan kendaraan angkutan umum murah pedesaan.
    4. Fasilitasi pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) di Daerah Tertinggal/Perbatasan
    5. Penumbuhan Industri berbasis hasil tambang, industri berbasis hasil pertanian, industri berbasis SDM dan untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor,serta pembangunan Industri Kecil danMenengah (IKM)
  4. Selain kegiatan prioritas nasional tersebut, Kementerian Perindustrian juga melaksanakan beberapa program yang menjadi Prioritas Kementerian, sebagai berikut:
    1. Peningkatan Kualitas SDM Industri melalui penyelenggaraan pendidikan kejuruan dan vokasi serta diklat aparatur pembina industri dan IKM.
    2. Peningkatan Penggunaan Produksi DalamNegeri (P3DN)

c).Perumusan 150 RSNI, pemberlakuan SNI wajib, dan penguatan infrastruktur laboratorium uji.

Setelah menyampaikan sambutan Bapak Sekjen menyematkan name tag ke perwakilan peserta diklat PIM sebagai simbol bahwa diklat PIM Tk. III dan IV telah dibuka. Pelaksanaan diklat ini berlangsung dari tanggal 13 Agustus sampai 18 Nopember 2014 untuk diklat PIM Tk.III dan untuk PIM Tk. IV pelaksanaan nya berlangsung seminggu lebih lama yaitu sampai tanggal 26 Nopember 2014.

Deputi LAN juga menyampaikan beberapa poin dalam isi sambutannya yaitu :

  1. Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai ASN diserahi untuk melaksanakan 3 (tiga) tugas, yaitu tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu.
    1. Tugas pelayanan publik dilakukan dengan memberikan pelayanan atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif.
    2. Tugas pemerintahan dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan fungsi umum pemerintahan yang meliputi pendayagunaan kelembagaan, kepegawaian, dan ketatalaksanaan.
    3. Tugas pembangunan tertentu dilakukan melalui pembangunan bangsa (cultural and political development) serta melalui pembangunan ekonomi dan sosial (economic and social development) yang diarahkan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat.
  2. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut diperlukan pemimpin-pemimpin yang memiliki peranan yang sangat menentukan dalam membuat perencanaan pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan program instansi dan memimpin bawahan dan seluruh stakeholder stratejik dan operasional untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut secara efektif dan efisien.

Pembentukan pemimpin dimaksud dilakukan melalui Pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan tingkat IV dan III yang saat ini sudah memiliki pola penyelenggaraan yang baru.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Bapak Kepala Pusdiklat Industri yang menandai diawalinya pembelajaran diklat PIM Tk. III dan IV.

 

Tinjauan Kesiapan SDM tenaga kerja Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Latest

Oleh : Evi Septiana Pane

Waktu pelaksanaan Asean Economic Community atau di Indonesia disebut dengan Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai berlaku pada Desember 2015 sudah tidak dapat ditawar kembali. Dalam waktu yang tersisa satu setengah tahun ini , pemerintah melalui beberapa Kementerian terkait terus melakukan sosialisasi dan upaya penyusunan strategi baik offensive maupun defensif terhadap pemberlakuan MEA di tahun 2015.

Pada hakikatnya MEA bertujuan positif, yakni untuk mengintegrasikan kekuatan ekonomi di wilayah ASEAN supaya mampu bersaing di tataran global dengan kekuatan ekonomi lainnya. Dalam kesepakatan MEA, yang menjadi 4 (empat) pilarpada blueprint AEC yakni ;

Baca lengkapnya...

 
Sekilas Berita
Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif, dan Normatif SMK-SMAK/SMTI

Jakarta--Hotel Millenium Sirih, Dilaksanakan Workshop Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif dan Normatif SMK-SMAK/SMTI dilingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian pada 25 - 28 Agustus 2014. Workshop tersebut dihadiri oleh 142 Peserta dari SMK-SMAK/SMTI yang terbagi menjadi 31 kelompok penyusun modul sebagai berikut :

Read more text
 
Rapat Penyusunan RIP SKKNI Sektor Industri

     Senin, 11 Agustus 2014, bertempat di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, telah diselenggarakan Rapat Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri. Rapat tersebut dibuka oleh Kapusdiklat Industri, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Direktorat di bawah Kementerian Perindustrian. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional 2015 - 2035, dan berfungsi menyosialiasasikan dan mengajak kepada seluruh aparatur di lingkungan Kemenperin untuk bersama-sama menyadari dan mengusahakan mengenai pentingnya persiapan pembangunan SDM Industri Nasional yang berkompeten.

   Untuk mempersiapkan tenaga kerja sektor industri yang berkompeten guna meningkatkan peran SDM Industri lokal Indonesia dalam pembangunan bidang Industri sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional, Pusdiklat Industri bertugas menyiapkan infrastruktur sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor industri yang terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, Fasilitasi pengembangan dan pembentukan Asesor Lisensi, Asesor Kompetensi, Serta Master Asesor.

   Pengembangan dan pembangunan SDM industri yang kompeten tentunya di mulai dengan penyusunan SKKNI sebagai dasar/kriteria uji kompetensi, kemudian diikuti oleh pembentukan LSP dan TUK sebagai sarana uji kompetensi, dan adanya asesor lisensi untuk penilaian terhadap LSP dan TUK, asesor kompetensi dan masster asesor sebagai penilai daripada unjuk kerja tenaga kerja/calon tenaga kerja yang diuji. Selain itu, fungsi dari SKKNI juga dapat diturunkan menjadi materi bahan ajar dan kurikulum dalam pendidikan berjenjang, sehingga kompetensi calon tenaga kerja dapat dijamin dan telah sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja di industri.

   Oleh karena itu, melihat pentingnya fungsi dan peran dari SKKNI tersebut, maka Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian sebagai sekretariat komite Standar Kompetensi Tenaga Kerja Sektor Industri telah menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) SKKNI Sektor Industri sebagai salah satu cara untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sektor industri sesuai dengan jenis-jenis industrinya masing-masing (sebagaimana dijelaskan di dalam Permenperin No. 64 Th. 2011) untuk disusun sesuai prioritas kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini, dan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas tenaga kerja di ASEAN (AEC) yang akan berlangsung pada akhir 2015 mendatang.


 
SOSIALISASI DAN WORKSHOP PANGKALAN DATA PERGURUAN TINGGI (PDPT)

Hotel Millenium - Jakarta, Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah melaksanakan sosialisasi dan workshop Pangkalan Data Perguruan TInggi (PDPT) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 -24 Juni 2014.Sosialisasi tersebut dihadiri 17 peserta dari perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Sosialisasi dan Workshop Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) pada laman forlap.dikti.go.id selain sebagai cara untuk mengajukan Nomor Induk Dosen Nasional, juga bermaksud untuk memberikan kemampuan peserta dalam memahami dan menguasai Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) baik dari segi kebijakan maupun teknis sehingga peserta mampu mengelola dan menyampaikan data serta informasi penyelenggaraan Perguruan Tinggi dengan baik dan benar.

Read more text
 
Tinjauan Kesiapan SDM tenaga kerja Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Oleh : Evi Septiana Pane

Waktu pelaksanaan Asean Economic Community atau di Indonesia disebut dengan Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai berlaku pada Desember 2015 sudah tidak dapat ditawar kembali. Dalam waktu yang tersisa satu setengah tahun ini , pemerintah melalui beberapa Kementerian terkait terus melakukan sosialisasi dan upaya penyusunan strategi baik offensive maupun defensif terhadap pemberlakuan MEA di tahun 2015.

Pada hakikatnya MEA bertujuan positif, yakni untuk mengintegrasikan kekuatan ekonomi di wilayah ASEAN supaya mampu bersaing di tataran global dengan kekuatan ekonomi lainnya. Dalam kesepakatan MEA, yang menjadi 4 (empat) pilarpada blueprint AEC yakni ;

Read more text
 
PELATIHAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI (CBT)

Jakarta -- Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Berbasis Kompetensi (CBT) di Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 16 - 19 Juni 2014. Pelatihan tersebut dihadiri oleh 34 peserta dari SMK dan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Bekerja sama dengan Genix Asia Pacific, pelatihan tersebut bertujuan agar guru dan dosen di lingkungan Kementerian Perindustrian dapat mengetahui, memahami dan mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi dalam proses belajar mengajar.

Read more text
 
Pesan Singkat
Pesan Terakhir: 1 minggu, 5 hari lalu
  • polinef : Salam sejahterah, kapan diklat prajabatan gol. III lagi??
  • mufidah : @Bapak Giat : diklat penyetaraan dilaksanakan oleh Biro Kepegawaian Pak, mungkin bisa dikonfirmasi pada Biro Kepegawaian. terima kasih
  • lhokseumawe : salam kenal dari lhokseumawe aceh
  • lhokseumawe : Salam Kenal dari lhokseumawe
  • 090015757 : Yth. Bapak/Ibu yang berwenang kami informasikan bahwa Stuktur Organisasi Pusdiklat kiranya diperbaharui karena sudah tidak Up todate Terima kasih
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor juga akan berpartisipasi pada OSTN tingkat Nasional pada tgl 29 Oktober - 2 November 2012, di Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk bidang lomba Kimia Terapan dan Biologi Terapan, mewakili Propinsi Jawa Barat, kota Bogor, SMK SMAK Bogor, dan tentunya nama baik Kementerian Perindustrian.
  • faridhardian : Mengirim 4 siswa berprestasinya, SMK SMAK BOGOR (SMAKBO) memborong habis juara 1 OSTN tingkat kota Bogor 2012 untuk bidang Kimia Terapan, Fisika Terapan, Biologi terapan dan Matematika teknologi. siswa - siswanya : Rizal, Hardi, Anggi dan Fauziah.
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor (SMAKBO), kembali Mulai mengeluarkan prestasi di UNJ Universitas Negeri Jakarta, siswa - siswinya (Andi, Zakia dan Wuri) menjuarai Lomba Karya Ilmiah Nasional, yang 10 besarnya ada perwakalian dari SMAN 2 Kuta Bali, SMAN 2 Sekayu Sumatera Selatan, SMAN 1 Tarakan Kalimantan Timur, dan SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. Dengan Judul : Dietil Eter (DEE) dari Limbah Mikrobiologi sebagai pengganti LPG.
  • giat : mohon informasi tentang penyesuaian untuk S1.dikementrian perindustrian
  • giat : trima kasih atas perhatiannya

Silahkan Login dahulu untuk dapat menulis pesan disini

Survei
Bagaimana Pendapat Anda mengenai tampilan web ini?
 
Zona Waktu
Home