Pekarangan Situs Pusdiklat Industri

KEBERLANJUTAN EKONOMI DENGAN GREEN INDUSTRY

Artikel Nasional

KEBERLANJUTAN EKONOMI DENGAN GREEN INDUSTRY

Oleh Desiana Trisnati

Munculnya industri-industri di Indonesia yang telah berkembang selama kurang lebih 50 tahun di Indonesia selain memberi dampak positif bagi bangsa dan Negara, juga member dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama permasalahan limbah industri. Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien sehingga kondisi sumber daya alam semakin terbatas terutama sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Pembangunan ekonomi berjalan hampir beriringan dengan menurunnya daya tahan dan fungsi lingkungan hidup, pembangunan yang terlalu berorientasi dalam mengejar pertumbuhan seringkali mengabaikan aspek pengelolaan lingkungan. Pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat pada akhirnya justru menjadi perusak sistem penunjang kehidupan dalam hal ini lingkungan hidup. Pembangunan harus tetap berjalan dengan tidak melupakan pengelolaan lingkungan hidup, secara umum pembangunan yang berkelanjutan bertumpu pada ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial budaya. Pembangunan ekonomi yang semata-mata ditujukan untuk memperoleh keuntungan tanpa memperhatikan keberlangsungan alam dan lingkungan akan membawa dampak negatif tidak hanya bagi alam tetapi juga bagi masyarakat. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup, tetapi dibutuhkan pembangunan yang berwawasan atau ramah lingkungan hidup (Todaro, 2009).

Baca lengkapnya...

 

Forum Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan SDM Industri otomotif

Newsflash

    Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, pada Rabu 10 September 2014 kembali memfasilitasi pertemuan dengan Asosiasi dan Dunia Usaha Industri Otomotif untuk menjajaki kerjasama pembangunan SDM Industri. Acara yang diselenggarakan dalam bentuk forum kerjasama ini, dipimpin oleh Kapusdiklat Industri Bapak Mujiyono. Forum tersebut diselenggarakan sebagai salah satu usaha untuk membangun dan memberdayakan tenaga kerja dan calon tenaga kerja industri agar berkompeten dan tersertifikasi.

    Pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk memfasilitasi pembangunan infrastuktur sertifikasi kompetensi yang akan diselenggarakan dalam bentuk pembangunan dan pengembangan diklat berbasis kompetensi bagi tenaga kerja dan calon tenaga kerja, memfasilitasi pembentukan LSP-P1, menyelenggarakan diklat asesor lisensi dan asesor kompetensi, dan mendirikan Akademi Komunitas di kawasan industri otomotif. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan SDM tenaga kerja/calon tenaga kerja industri yang berkompeten, produktif dan berdaya saing tinggi bagi industri nasional, serta sebagai technical barrier bagi pasar tenaga kerja ASEAN pada AEC yang akan berlangsung pada Desember 2015 mendatang.



 

Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif, dan Normatif SMK-SMAK/SMTI

Latest

Jakarta--Hotel Millenium Sirih, Dilaksanakan Workshop Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif dan Normatif SMK-SMAK/SMTI dilingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian pada 25 - 28 Agustus 2014. Workshop tersebut dihadiri oleh 142 Peserta dari SMK-SMAK/SMTI yang terbagi menjadi 31 kelompok penyusun modul sebagai berikut :

Baca lengkapnya...

 

Kerjasama Pusdiklat Industri dengan Dunia Usaha dan Asosiasi Industri

Newsflash

   Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, hingga kuartal ketiga tahun 2014 telah beberapa kali melakukan Pertemuan dengan Dunia Usaha Industri untuk menjajaki kerjasama pembangunan SDM Industri. Pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan sebagai salah satu usaha untuk membangun dan memberdayakan tenaga kerja dan calon tenaga kerja industri yang berkompeten dan tersertifikasi. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan cara memfasilitasi pembangunan infrastuktur sertifikasi kompetensi, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja dan calon tenaga kerja sektor industri. Pembangunan dan pengembangan Diklat berbasis kompetensi tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten, produktiff dan berdaya saing tinggi bagi industri nasional, serta sebagai technical barrier bagi pasar tenaga kerja ASEAN pada AEC yang akan berlangsung Desember 2015 mendatang.

   Pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan dalam beberapa waktu yang lalu antara lain dengan Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia di Jakarta, Asosiasi Industri Petrokimia di Banten, dan terakhir dengan berbagai asosiasi industri lainnya bersama-sama dengan KADIN di Medan. Pada beberapa pertemuan tersebut, Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian juga mengajak bersama beberapa instansi pemerintah terkait lainnya seperti Kemenakertrans, Kemendikbub, Bappenas, dan Kemenpan RB untuk bersama-sama mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan bagi SDM Industri nasional yang sudah berjalan saat ini dan juga pembangunan Akademi Komunitas.

   Seperti yang sudah diketahui, Infrastruktur sertifikasi terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, serta Asesor Lisensi dan Asesor Kompetensi. Selain itu, Pusdiklat Industri juga melakukan pembangunan akademi komunitas di beberapa kawasan industri di Indonesia sebagai penyelenggara pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dengan beberapa cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu yang berbasis kebutuhan serta keunggulan industri lokal untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat.

 

Rapat Penyusunan RIP SKKNI Sektor Industri

Latest

     Senin, 11 Agustus 2014, bertempat di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, telah diselenggarakan Rapat Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri. Rapat tersebut dibuka oleh Kapusdiklat Industri, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Direktorat di bawah Kementerian Perindustrian. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional 2015 - 2035, dan berfungsi menyosialiasasikan dan mengajak kepada seluruh aparatur di lingkungan Kemenperin untuk bersama-sama menyadari dan mengusahakan mengenai pentingnya persiapan pembangunan SDM Industri Nasional yang berkompeten.

   Untuk mempersiapkan tenaga kerja sektor industri yang berkompeten guna meningkatkan peran SDM Industri lokal Indonesia dalam pembangunan bidang Industri sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional, Pusdiklat Industri bertugas menyiapkan infrastruktur sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor industri yang terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, Fasilitasi pengembangan dan pembentukan Asesor Lisensi, Asesor Kompetensi, Serta Master Asesor.

   Pengembangan dan pembangunan SDM industri yang kompeten tentunya di mulai dengan penyusunan SKKNI sebagai dasar/kriteria uji kompetensi, kemudian diikuti oleh pembentukan LSP dan TUK sebagai sarana uji kompetensi, dan adanya asesor lisensi untuk penilaian terhadap LSP dan TUK, asesor kompetensi dan masster asesor sebagai penilai daripada unjuk kerja tenaga kerja/calon tenaga kerja yang diuji. Selain itu, fungsi dari SKKNI juga dapat diturunkan menjadi materi bahan ajar dan kurikulum dalam pendidikan berjenjang, sehingga kompetensi calon tenaga kerja dapat dijamin dan telah sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja di industri.

   Oleh karena itu, melihat pentingnya fungsi dan peran dari SKKNI tersebut, maka Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian sebagai sekretariat komite Standar Kompetensi Tenaga Kerja Sektor Industri telah menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) SKKNI Sektor Industri sebagai salah satu cara untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sektor industri sesuai dengan jenis-jenis industrinya masing-masing (sebagaimana dijelaskan di dalam Permenperin No. 64 Th. 2011) untuk disusun sesuai prioritas kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini, dan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas tenaga kerja di ASEAN (AEC) yang akan berlangsung pada akhir 2015 mendatang.

 
Sekilas Berita
Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif, dan Normatif SMK-SMAK/SMTI

Jakarta--Hotel Millenium Sirih, Dilaksanakan Workshop Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif dan Normatif SMK-SMAK/SMTI dilingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian pada 25 - 28 Agustus 2014. Workshop tersebut dihadiri oleh 142 Peserta dari SMK-SMAK/SMTI yang terbagi menjadi 31 kelompok penyusun modul sebagai berikut :

Read more text
 
Rapat Penyusunan RIP SKKNI Sektor Industri

     Senin, 11 Agustus 2014, bertempat di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, telah diselenggarakan Rapat Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor industri. Rapat tersebut dibuka oleh Kapusdiklat Industri, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Direktorat di bawah Kementerian Perindustrian. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional 2015 - 2035, dan berfungsi menyosialiasasikan dan mengajak kepada seluruh aparatur di lingkungan Kemenperin untuk bersama-sama menyadari dan mengusahakan mengenai pentingnya persiapan pembangunan SDM Industri Nasional yang berkompeten.

   Untuk mempersiapkan tenaga kerja sektor industri yang berkompeten guna meningkatkan peran SDM Industri lokal Indonesia dalam pembangunan bidang Industri sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional, Pusdiklat Industri bertugas menyiapkan infrastruktur sertifikasi kompetensi tenaga kerja sektor industri yang terdiri dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi, Tempat Uji Kompetensi, Fasilitasi pengembangan dan pembentukan Asesor Lisensi, Asesor Kompetensi, Serta Master Asesor.

   Pengembangan dan pembangunan SDM industri yang kompeten tentunya di mulai dengan penyusunan SKKNI sebagai dasar/kriteria uji kompetensi, kemudian diikuti oleh pembentukan LSP dan TUK sebagai sarana uji kompetensi, dan adanya asesor lisensi untuk penilaian terhadap LSP dan TUK, asesor kompetensi dan masster asesor sebagai penilai daripada unjuk kerja tenaga kerja/calon tenaga kerja yang diuji. Selain itu, fungsi dari SKKNI juga dapat diturunkan menjadi materi bahan ajar dan kurikulum dalam pendidikan berjenjang, sehingga kompetensi calon tenaga kerja dapat dijamin dan telah sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan kerja di industri.

   Oleh karena itu, melihat pentingnya fungsi dan peran dari SKKNI tersebut, maka Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian sebagai sekretariat komite Standar Kompetensi Tenaga Kerja Sektor Industri telah menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) SKKNI Sektor Industri sebagai salah satu cara untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sektor industri sesuai dengan jenis-jenis industrinya masing-masing (sebagaimana dijelaskan di dalam Permenperin No. 64 Th. 2011) untuk disusun sesuai prioritas kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini, dan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas tenaga kerja di ASEAN (AEC) yang akan berlangsung pada akhir 2015 mendatang.


 
SOSIALISASI DAN WORKSHOP PANGKALAN DATA PERGURUAN TINGGI (PDPT)

Hotel Millenium - Jakarta, Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah melaksanakan sosialisasi dan workshop Pangkalan Data Perguruan TInggi (PDPT) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 23 -24 Juni 2014.Sosialisasi tersebut dihadiri 17 peserta dari perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Sosialisasi dan Workshop Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) pada laman forlap.dikti.go.id selain sebagai cara untuk mengajukan Nomor Induk Dosen Nasional, juga bermaksud untuk memberikan kemampuan peserta dalam memahami dan menguasai Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) baik dari segi kebijakan maupun teknis sehingga peserta mampu mengelola dan menyampaikan data serta informasi penyelenggaraan Perguruan Tinggi dengan baik dan benar.

Read more text
 
Tinjauan Kesiapan SDM tenaga kerja Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Oleh : Evi Septiana Pane

Waktu pelaksanaan Asean Economic Community atau di Indonesia disebut dengan Masyarakat Ekonomi Asean yang akan mulai berlaku pada Desember 2015 sudah tidak dapat ditawar kembali. Dalam waktu yang tersisa satu setengah tahun ini , pemerintah melalui beberapa Kementerian terkait terus melakukan sosialisasi dan upaya penyusunan strategi baik offensive maupun defensif terhadap pemberlakuan MEA di tahun 2015.

Pada hakikatnya MEA bertujuan positif, yakni untuk mengintegrasikan kekuatan ekonomi di wilayah ASEAN supaya mampu bersaing di tataran global dengan kekuatan ekonomi lainnya. Dalam kesepakatan MEA, yang menjadi 4 (empat) pilarpada blueprint AEC yakni ;

Read more text
 
PELATIHAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI (CBT)

Jakarta -- Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Berbasis Kompetensi (CBT) di Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 16 - 19 Juni 2014. Pelatihan tersebut dihadiri oleh 34 peserta dari SMK dan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian.

Bekerja sama dengan Genix Asia Pacific, pelatihan tersebut bertujuan agar guru dan dosen di lingkungan Kementerian Perindustrian dapat mengetahui, memahami dan mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi dalam proses belajar mengajar.

Read more text
 
Pesan Singkat
Pesan Terakhir: 1 bulan, 1 minggu lalu
  • polinef : Salam sejahterah, kapan diklat prajabatan gol. III lagi??
  • mufidah : @Bapak Giat : diklat penyetaraan dilaksanakan oleh Biro Kepegawaian Pak, mungkin bisa dikonfirmasi pada Biro Kepegawaian. terima kasih
  • lhokseumawe : salam kenal dari lhokseumawe aceh
  • lhokseumawe : Salam Kenal dari lhokseumawe
  • 090015757 : Yth. Bapak/Ibu yang berwenang kami informasikan bahwa Stuktur Organisasi Pusdiklat kiranya diperbaharui karena sudah tidak Up todate Terima kasih
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor juga akan berpartisipasi pada OSTN tingkat Nasional pada tgl 29 Oktober - 2 November 2012, di Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk bidang lomba Kimia Terapan dan Biologi Terapan, mewakili Propinsi Jawa Barat, kota Bogor, SMK SMAK Bogor, dan tentunya nama baik Kementerian Perindustrian.
  • faridhardian : Mengirim 4 siswa berprestasinya, SMK SMAK BOGOR (SMAKBO) memborong habis juara 1 OSTN tingkat kota Bogor 2012 untuk bidang Kimia Terapan, Fisika Terapan, Biologi terapan dan Matematika teknologi. siswa - siswanya : Rizal, Hardi, Anggi dan Fauziah.
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor (SMAKBO), kembali Mulai mengeluarkan prestasi di UNJ Universitas Negeri Jakarta, siswa - siswinya (Andi, Zakia dan Wuri) menjuarai Lomba Karya Ilmiah Nasional, yang 10 besarnya ada perwakalian dari SMAN 2 Kuta Bali, SMAN 2 Sekayu Sumatera Selatan, SMAN 1 Tarakan Kalimantan Timur, dan SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. Dengan Judul : Dietil Eter (DEE) dari Limbah Mikrobiologi sebagai pengganti LPG.
  • giat : mohon informasi tentang penyesuaian untuk S1.dikementrian perindustrian
  • giat : trima kasih atas perhatiannya

Silahkan Login dahulu untuk dapat menulis pesan disini

Survei
Bagaimana Pendapat Anda mengenai tampilan web ini?
 
Zona Waktu
Home