Diklat TOT Calon Widyaiswara

Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan menyelenggarakan Diklat TOT Calon Widyaiswara pada tanggal 20 Januari s.d. 25 Pebruari 2011. 

Tujuan Diklat TOT Calon Widyaiswara adalah untuk membekali calon widyaiswara agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi Widyaiswara.. 

Adapun persyaratan untuk mengikuti diklat antara lain:

  1. berusia maksimum 48 tahun;
  2. pendidikan minimal sarjana (S-1)/Diploma IV;
  3. pangkat dan golongan minimal Penata Muda, III/a;
  4. berminat untuk menjadi widyaiswara di Pusdiklat Industri atau Balai Diklat Industri.

Surat pemberitahuan dapat diunduh melalui koleksi digital/ File Lainnya.

 
Sekilas Berita
Pusdiklat Kemenperin Siapkan 5 langkah Strategis

Menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (Asean Economic Community) pada Desember 2015, Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan  lima hal strategis.

Konsekuensi pemberlakuan AEC, tingkat persaingan ekonomi antar negara Asean semakin ketat. Sektor industri memegang peran - penting dalam pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan sektor Iainnya. Dalam lima hal strategis itu, kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI). Lembaga pendidikan harus didukung Sistem Penjaminan Mutu lewat penerapan ISO 9001:2008. Kemudian, penggunaan teaching factory dalam proses pembelajaran, sekolah harus dilengkapi Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Terakhir, menjalin kerja sama dengan asosiasi industri, dunia usaha dan lembaga pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Read more text
 
Rapat Konvensi Nasional Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri

   Yogyakarta. Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah menggelar Rapat Konvensi Nasional Rancangan Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri. Acara tersebut diselenggarakan secara berturut-turut selama dua hari pada Selasa, 03/10/2013 untuk bidang Kewirausahaan Industri dan Rabu, 04/12/2013 untuk bidang Industri Plastik Kemasan. Acara berlangsung di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta dan dihadiri oleh sekitar 30 orang pada setiap bidang pembahasan. Peserta yang hadir dalam rapat Konvensi Nasional ini terdiri dari para stakeholders baik yang berasal dari Instansi pemerintah maupun swasta ataupun kalangan asosiasi dan profesi industri.  Acara Rapat Konvensi RSKKNI ini merupakan tindak lanjut verifikasi RSKNNI kedua bidang tersebut setelah sebelumnya di bahas dalam Rapat Pra Konvensi yang telah dilakukan pada tanggal 29 – 30 Oktober 2013 lalu. Rapat Konvensi Nasional RSKKNI merupakan tahapan terakhir pembakuan yang dilakukan dalam menyusun RSKKNI untuk kemudian ditetapkan menjadi SKKNI melalui Surat Keputusan Menakertrans. Setelah ditetapkan, maka SKKNI tersebut dapat diterapkan dan digunakan oleh para stakeholders, baik dalam rangka membantu proses rekrutmen tenaga kerja yang berkompetensi dalam bidangnya, sebagai acuan dalam penyelenggaraan diklat, membantu Penilaian Unjuk Kerja dalam rangka Uji Kompetensi tenaga kerja, sebagai bahan acuan pengembangan program pendidikan dan kurikulum, dsb.

    Acara Rapat Konvensi Nasional Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri ini di buka secara resmi oleh Kapusdiklat Industri Drs. Mujiyono, MM. Yang didampingi oleh Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemenakertrans Drs. Kunjung Masehat, SH., MM. Pada kesempatan ini, Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemenakertrans Drs. Kunjung Masehat, SH., MM. turut serta memberikan pidato sambutan mengenai pentingnya penyusunan dan penetapan RSKKNI Bidang Kewirausahaan Industri dan Plastik Kemasan dalam rangka penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, serta sebagai bekal pengembangan SDM Nasional dalam menghadapi kompetisi tenaga kerja di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Secara keseluruhan, peserta acara Rapat Konvensi Nasional RSKKNI ini kembali memberikan masukan dan penguatan terhadap unit-unit kompetensi dan Bidang Kewirausahaan Industri dan Industri Plastik Kemasan yang nantinya akan digunakan oleh para tenaga kerja pada kedua bidang tersebut, sehingga Tenaga Kerja Industri Indonesia memiliki keahlian yang diakui dan dapat berkompetisi dengan negara-negara lainnya.


 
Rapat Pra Konvensi Nasional Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri

Yogyakarta. Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian telah menggelar Rapat Pra Konvensi Nasional Rancangan Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri. Acara tersebut diselenggarakan secara berturut-turut selama dua hari pada Selasa, 29/10/2013 untuk bidang Industri Plastik Kemasan dan Rabu, 30/10/2013 untuk bidang Kewirausahaan Industri. Acara berlangsung di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta dan dihadiri oleh sekitar 30 orang pada setiap bidang pembahasan. Peserta yang hadir dalam rapat Pra Konvensi Nasional ini terdiri dari para stakeholders baik yang berasal dari Instansi pemerintah maupun swasta ataupun kalangan asosiasi dan profesi industri. Para stakeholders tersebut berasal dari asosiasi industri, lembaga sertifikasi profesi, lembaga pelatihan kompetensi, serta perwakilan instansi pemerintah. Acara Rapat Pra Konvensi RSKKNI ini merupakan salah satu tahapan pembakuan yang dilakukan dalam menyusun SKKNI untuk kemudian di verifikasi oleh Kemenakertrans dan selanjutnya di Konvensikan. Setelah RSKKNI hasil konsesus telah final dalam pembahasannya (baik secara substansi maupun redaksi dan kalimat) dan telah disetujui oleh seluruh peserta, maka RSKKNI tersebut akan ditetapkan menjadi SKKNI oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) melalui Keputusan Menakertrans sehingga dapat digunakan oleh Organisasi dan Profesi, Lembaga Sertifikasi Profesi, dan berbagai lembaga lainnya yang Terkait dengan Bidang Kompetensi di sektor Industri tertentu yang menjadi scope SKKNI tersebut. Selain itu rapat ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi para stakeholders mengenai substansi RSKKNI tersebut.

Acara Rapat Pra Konvensi Nasional Bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri ini di buka secara resmi oleh Kapusdiklat Industri yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan SDM Industri Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian Arifin Suadipradja, M.Sc., dan dalam pelaksanaannya, seluruh peserta dipandu oleh Kasubbidang Fasilitasi Standar Kompetensi Kerja Muhammad Fajri, M.S.E. Secara keseluruhan acara Rapat Pra Konvensi Nasional RSKKNI ini mengupas semua hal yang berkaitan dengan unit-unit kompetensi bidang Industri Plastik Kemasan dan Bidang Kewirausahaan Industri yang nantinya akan digunakan oleh para tenaga kerja pada kedua bidang tersebut, sehingga Tenaga Kerja Industri Indonesia memiliki keahlian yang diakui dan dapat bekerja di bidang industri yang sesuai dengan keahliannya tersebut.


 
PELAKSANAAN TEMU TEKNIS GURU BIDANG STUDI PRODUKTIF, ADAPTIF DAN NORMATIF BAGI SMK-SMAK/SMTI DI LING

Seiring dengan program reposisi yang digulirkan oleh Kapusdiklat Industri bahwa seluruh SMK di lingkungan Pusdiklat Industri baik SMK-SMAK maupun SMK-SMTI diarahkan ke Sekolah Unggulan yang memenuhi 14 (empat belas) indikator dan memiliki spesialisasi dan kompetensi. Untuk mendukung hal tersebut Pusdiklat Industri menyelenggarakan temu teknis guru bidang studi SMK-SMAK/SMTI untuk menyusun modul-modul standar bagi SMK-SMAK/SMTI di lingkungan Kementerian Perindustrian selama 4 (empat) hari dari tanggal 3 sampai dengan 6 Juli 2013 di Aston Marina Ancol Jakarta. Modul-modul yang akan disusun tersebut sebelumnya sudah disusun oleh masing-masing tim diunitnya masing-masing, sedangkan kegiatan temu teknis adalah merupakan kegiatan untuk menyempurnakannya dan menyiapkan bahan tayang dalam bentuk power point. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menstandarkan modul teknis di SMK Kemenperin dan menjadi modul pegangan bagi guru bidang studi diseluruh SMK-SMAK dan SMK-SMTI, sehingga diharapkan kualitas lulusan di semua SMK juga memiliki standar yang sama. Kegiatan ini juga direncanakan bersifat kontinyu dan dikembangkan setiap tahunnya sehingga modul tersebut bersifat dinamis sesuai kebutuhan dunia industri. Untuk tahun 2013 jumlah modul yang disusun sebanyak 26 modul antara lain yaitu 10 modul bidang studi produktif SMK-SMAK, 10 modul bidang studi produktif SMK-SMTI dan 6 modul Adaptif dan Normatif untuk SMK-SMAK/SMTI. Kegiatan ini diikuti oleh 144 orang guru bidang studi yang terdiri dari 10 orang guru dari masing-masing SMK-SMTI untuk menyusun modul bidang studi produktif SMK-SMTI, 10 orang guru dari masing-masing SMK-SMAK untuk menyusun modul bidang studi produktif SMK-SMAK dan masing-masing 6 orang guru dari SMK-SMAK dan SMK-SMTI untuk menyusun modul Adaptif dan Normatif.

Kegiatan temu teknis guru bidang studi dibuka secara resmi oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, sedangkan penutupannya dilakukan secara resmi oleh Kepala Pusdiklat Industri Bapak Drs. Mujiyono, MM. Dalam sambutannya Kapusdiklat menyampaikan bahwa semua unit pendidikan di lingkungan Pusdiklat Industri harus menjadi unit pendidikan unggulan atau menjadi benchmarking bagi unit pendidikan lain pada tahun 2025. Kapusdiklat juga menyampaikan bahwa setiap unit pendidikan harus memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK), mempunyai Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP 1) dan memiliki teaching factory. Selain ketiga hal tersebut setiap sekolah juga harus memiliki jaringan yang kuat baik dengan lembaga pendidikan dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, siswa diharapkan akan memperoleh 3 sertifikat begitu mereka lulus yaitu ijazah tanda lulus, sertifikat kompetensi dan sertifikat internasional. Kapusdiklat juga mendorong unit pendidikan untuk masuk industri agar unit pendidikan mengetahui kebutuhan industri, mengetahui kompetensi tenaga kerja yang diperlukan oleh dunia industri. Kapusdiklat juga menyampaikan bahwa Unit Pendidikan dilingkungan Pusdiklat Industri bukan menciptakan pengangguran tapi menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk memenuhi kebutuhan dunia industri. Di akhir sambutannya, Kapusdiklat merasa senang dan bangga melihat antusiasme para peserta yang begitu semangat.

Read more text
 
PENUTUPAN MAGANG TEKNIS GURU DAN DOSEN DI POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG (5 JULI 2012)

Setelah 4 (empat) minggu melaksanakan Magang Teknis Guru dan Dosen dilingkungan Pusdiklat Industri di Polman Bandung, pada hari Kamis tanggal 5 Juli 2012 telah dilakukan penutupan kegiatan tersebut secara resmi oleh Kapusdiklat Industri Bapak Mujiyono didampingi oleh Direktur Polman Bandung Bapak Isa Setyasah Thoha, kegiatan tersebut juga dihadiri tim instruktur Polman dan tim Pusdiklat Industri.

Jumlah peserta yang mengikuti Magang adalah sebanyak 26 (dua puluh enam) orang dari berbagai unit pendidikan yakni SMK-SMTI Pontianak 8 orang, ATI Makassar 11 orang, SMK-SMTI Padang 2 orang, STMI Jakarta 2 orang, ATI Padang 1 orang, BDI Jogyakarta 2 orang, sedang modul yang dipilih yaitu Mesin Bubut, Mesin Freis, Mesin CNC, Gerinda Bidang, Gambar Teknik, Pengecoran Logam, Elektronika Daya, Pengelasan Logam, Pneumatik, Planning and Production Control, Instalasi Mesin Listrik, Pengukuran Pemeriksaan dan Pengujian serta Pemeliharaan dan Perbaikan.

Acara Penutupan diawali presentasi kelompok ATI Makassar yang mengarahkan ATI Makassar untuk dikembangkan kebidang Manufaktur, sedangkan Kelompok SMTI Pontianak mengarahkan kebidang Permesinan dan Produk Alat Angkut Perkebunan.

Dalam sambutannya Kapusdiklat Industri menyampaikan akan terus mendorong program reposisi, dan Kapusdiklat Industri berharap agar ilmu yang didapat selama di Polman bermanfaat serta dapat berperan aktif untuk pengembangan unit pendidikan masing-masing. Bapak Isa Setyasah Thoha dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih, senang dan bangga atas kepercayaan dan kerjasama yang diberikan Pusdiklat dan berharap kerjasama tersebut dapat terus ditingkatkan, kepada peserta Bapak Direktur Polman berharap agar mereka terus aktif untuk mengembangkan pengetahuan yang mereka dapatkan di Polman. Diakhir acara dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama antara ATI Makassar dengan Polman Bandung disaksikan oleh Kepala Pusdiklat Industri.


 
Pesan Singkat
Pesan Terakhir: 2 bulan lalu
  • 090015757 : Yth. Bapak/Ibu yang berwenang kami informasikan bahwa Stuktur Organisasi Pusdiklat kiranya diperbaharui karena sudah tidak Up todate Terima kasih
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor juga akan berpartisipasi pada OSTN tingkat Nasional pada tgl 29 Oktober - 2 November 2012, di Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk bidang lomba Kimia Terapan dan Biologi Terapan, mewakili Propinsi Jawa Barat, kota Bogor, SMK SMAK Bogor, dan tentunya nama baik Kementerian Perindustrian.
  • faridhardian : Mengirim 4 siswa berprestasinya, SMK SMAK BOGOR (SMAKBO) memborong habis juara 1 OSTN tingkat kota Bogor 2012 untuk bidang Kimia Terapan, Fisika Terapan, Biologi terapan dan Matematika teknologi. siswa - siswanya : Rizal, Hardi, Anggi dan Fauziah.
  • faridhardian : SMK SMAK Bogor (SMAKBO), kembali Mulai mengeluarkan prestasi di UNJ Universitas Negeri Jakarta, siswa - siswinya (Andi, Zakia dan Wuri) menjuarai Lomba Karya Ilmiah Nasional, yang 10 besarnya ada perwakalian dari SMAN 2 Kuta Bali, SMAN 2 Sekayu Sumatera Selatan, SMAN 1 Tarakan Kalimantan Timur, dan SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. Dengan Judul : Dietil Eter (DEE) dari Limbah Mikrobiologi sebagai pengganti LPG.
  • giat : mohon informasi tentang penyesuaian untuk S1.dikementrian perindustrian
  • giat : trima kasih atas perhatiannya
  • giat : mohon informasinya
  • giat : kapan ya kira kira akan diadakannya penyesuaian untuk program S1 di kementrian perindustrian??????
  • dewiwewi : assalamu'alaikum...bagaimana perhatian dari pihak kemenprin untuk home industri kecil - menengah???
  • asril_anisda : Kapan pengumuman beasiswa TPL tahun 2012 Keluar????

Silahkan Login dahulu untuk dapat menulis pesan disini

Survei
Bagaimana Pendapat Anda mengenai tampilan web ini?
 
Zona Waktu
Home Sarana Prasarana Diklat TOT Calon Widyaiswara