Artikel Internasional

Menuju MEA, Mengamati MRA di Bidang Keinsinyuran

Artikel Internasional

oleh: I Made Krisna

Berawal dari rapat kecil yang diselenggarakan pada tanggal 16 Desember 2014, Pak Arifin, atasan saya, mengatakan tentang sebuah isu yang melibatkan jasa yang disebut jasa industri. Bapak Arifin mengaitkan jasa industri tersebut dengan AEC (ASEAN Economic Community) atau yang diindonesiakan menjadi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Tentunya hal pertama yang terlintas di benak saya adalah 8 industri yang telah diratifikasi (MRA) oleh ASEAN, yaitu:
1. Jasa keinsinyuran di KL 5 desember 2005
2. Jasa keperawatan di Cebu, 8 Desember 2006
3. Jasa survey di Singapore, 19 November 2007
4. Jasa arsitektur di Singapore, 19 November 2007
5. Jasa praktisi medis di Singapura, 25 Agustus 2008
6. Jasa akuntansi di Singapura, 25 Agustus 2008
7. Jasa kedokteran gigi di Cha-Am, Thailand, 26 Februari 2009
8. Jasa pariwisata, Januari 2009

Sayangnya dari ke-8 MRA tersebut di atas, tidak ada satupun yang disebut dengan MRA Jasa industri. Kemudian iseng-iseng saya mencoba mencari kata “jasa industri” dengan mesin pencari Google. Sayapun menemukan artikel oleh kemenperin yang berjudul Sektor Jasa Industri Dipetakan”. Pada artikel yang disadur dari Bisnis Indonesia ini, Agus Tjahajana mencontohkan jasa keuangan, jasa perbankan, dan jasa pelatihan. Tentunya yang dimaksud ini adalah industri jasa, bukan jasa industri. Sayangnya saya tidak menemukan sumber lain di Kemenperin yang mengatakan jasa industri. Saya kemudian menduga ada distorsi informasi mengenai apa yang disebut dengan “jasa industri”.

 

Baca lengkapnya...

 

Upah Buruh dan Dinamika Labor Share di dunia

Artikel Internasional

Upah Buruh dan Dinamika Labor Share di dunia

Oleh : I Made Krisna Y.W.G

 

Beberapa tahun belakangan ini, isu kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) acap kali menghiasi judul-judul di berita nasional. Dalam prinsip ekonomi berbasis pasar (neoklasik), upah buruh ditentukan atas dasar negosiasi antara pekerjanya dengan pemilik usaha. Apabila upah yang ditawarkan pemilik usaha lebih rendah dari pemilik usaha lainnya, maka tenaga kerja akan lari ke perusahaan yang menawarkan upah paling tinggi. Nah, apabila negosiasi ini tidak berhasil (upah buruh yang terlalu rendah, misalnya), maka pemerintah harus turun tangan.

Secara sederhana, penjelasan diatas dapat menyimpulkan bahwa apabila negosiasi buruh dan pemilik usaha diserahkan ke mekanisme pasar, maka yang terjadi adalah buruh akan dieksploitasi oleh pemilik usaha.Ide tersebut pada dasarnya serupa dengan ide Karl Marx yang terkenal, dan seiring berjalannya waktu mengalami beberapa kritikan.Namun biarkanlah ide dan teori menjadi ajang perdebatan orang-orang cerdas. Sementara mereka berdebat, mari kita cek fakta empirisnya: apakah benar kaum buruh dieksploitasi oleh kaum pemilik modal?

Untuk membahas isu tersebut, saya mengutip hasil dari karya tulis dari 3 orang, yaitu Elsby et al (2013), Jaumotte and Tytell (2007), dan Harrison (2005). Dalam tulisan ini, saya tidak membahas sama sekali tentang metodologi, dan hanya mengambil hasilnya.

Baca lengkapnya...

 

Satu Dekade Strategi Pembangunan Berkelanjutan Nasional Jerman

Artikel Internasional

Keberlanjutan (sustainibility) memerlukan tindakan yang bertanggung jawab - hari ini dan untuk generasi mendatang, baik nasional maupun internasional. Ini adalah tujuan dari Strategi Pembangunan Berkelanjutan nasional.

20 Tahun setelah Rio

Dua puluh tahun yang lalu pada Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan , negara-negara di dunia membuat ide tentang keberlanjutan sebagai prinsip penuntun global. Banyak yang telah berubah sejak saat itu . Hal ini jauh lebih menjadi hal yang biasa untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari tindakan seseorang . Tapi kita terus dihadapkan dengan tantangan besar. Sekitar sembilan miliar orang akan hidup di bumi pada tahun 2050. Mereka semua memiliki hak untuk pembangunan. Bagaimana kita bisa mengamankan subsistem dari populasi dunia berkembang pesat , sementara pada saat yang sama melindungi sumber daya alam kita dalam jangka panjang ?

Keberlanjutan harus dianggap sebagai prinsip - secara global , nasional dan lokal . Tujuannya adalah sebuah dunia di mana kemakmuran ekonomi bagi semua bergandengan tangan dengan hubungan sosial dan perlindungan sumber daya alam dimana sebuah dunia yang mengakui komitmen untuk keadilan antargenerasi dan hidup berdampingan secara damai masyarakat. Di jalan menuju keberlanjutan yang lebih, Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Janeiro pada bulan Juni 2012 membuka semakin lebar kesempatan bagi kemajuan penting. Jerman dan Uni Eropa akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa hasil yang ambisius yang dicapai dalam konferensi tersebut.

Baca lengkapnya...

 
More Articles...
Sekilas Berita
Workshop Penyusunan SKKNI di SMTI Banda Aceh

Dalam rangka mendukung kesiapan penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang turunan sawit yang akan disusun oleh salah satu unit satuan kerja Pusdiklat Industri, yaitu SMTI Banda Aceh, Pusdiklat Industri menyelenggarakan workshop Penyusunan SKKNI selama 2 hari (11-12 Februari 2015), bertempat di Gedung SMTI Banda Aceh. Untuk tahun anggaran 2015, SMTI Banda Aceh akan menyusun 2 SKKNI, yaitu SKKNI Bidang Industri Margarine dan SKKNI Bidang Industri Oleo Chemicals (Fatty Acid). Kedua SKKNI ini merupakan bentuk konsistensi SMTI Banda Aceh untuk mendukung program Pemerintah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten khususnya bidang turunan kelapa sawit. Sebelumnya, pada tahun 2014, SMTI Banda Aceh juga menyusun 2 SKKNI bidang turunan kelapa sawit dan telah mendapat penetapan dari Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu Bidang Industri Minyak Goreng dan Bidang Industri Biodiesel.

Read more text
 
IMPLEMENTASI DAN KERJASAMA INTERNASIONAL DI NEGERI GINSENG

IMPLEMENTASI DAN KERJASAMA INTERNASIONAL DI NEGERI GINSENG

Dalam rangka Implementasi dan Pengembangan Kerjasama Internasional Unit Pendidikan dan Mitra Luar Negeri, pada 12 s/d 16 Oktober 2014 Pusdiklat Industri melakukan kunjungan ke Korea Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 22 (dua puluh dua) orang yang diketuai oleh Kepala Pusdiklat Industri dan anggota delegasi yang terdiri dari: perwakilan dari Pusdiklat Industri, Biro Keuangan, SMK-SMAK/SMTI dan Politeknik. Tujuan penyelenggaraan kunjungan dinas ini adalah memahami sistem pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi di Korea Selatan serta mempelajari dan melihat langsung penyelenggaraan pelatihan kejuruan industri di politeknik dan lembaga diklat di sana serta menjajaki kerjasama dengan beberapa institusi/lembaga pelatihan yang dikunjungi dengan difasilitasi oleh SK Telekom, Seongnam Korean Polytechnic, dan GIFTS (Global Institute For Transferring Skills).

Selama di Korea Selatan, delegasi Kemenperin melakukan kunjungan dan dialog yang difasilitasi oleh SK TELECOM ke beberapa institusi pendidikan dan lembaga pelatihan. Di Hari Pertama, rombongan mengunjungi GIFTS (Global Institute For Transferring Skills. GIFTS merupakan salah satu unit organisasi HRD Korea yang menerapkan vocational training system dalam mengembangkan sumber daya manusia. GIFTS berdedikasi dalam membangun skills-oriented society dan merupakan tempat pelatihan bagi para partisipan yang akan mengikuti Skill Competition baik dalam skala nasional maupun internasional. Selain itu, GIFTS juga melakukan kerja sama dan pertukaran internasional transfer skills dan melaksanakan program TVET di negara-negara berkembang. Lembaga pelatihan ini dilengkapi dengan sarana prasarana diklat beserta ruang dan peralatan workshop untuk spesialisasi di bidang machinery, electricity, electronics, industrial installation, automobile, IT, construction, dan textile. GIFTS juga mempunyai fasilitas berupa asrama untuk peserta diklat, auditorium, serta ruang konferensi kapasitas kecil, sedang dan besar.

Read more text
 
Diseminasi Sertifikasi Profesi, CBT dan Diklat Asesor Kompetensi

Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, pada semester kedua Tahun Anggaran 2014 telah beberapa kali menyelenggarakan Diseminasi Competency Based Training (CBT) dan Diklat Asesor Kompetensi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Daerah/Provinsi. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama dan koordinasi dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pada beberapa Daerah/Provinsi yang antara lain adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Barat. Acara yang dilangsungkan pada Juni, September, dan Oktober 2014 tersebut, merupakan salah satu bentuk peran pemerintah dalam memfasilitasi percepatan pembangunan dan pengembangan kompetensi SDM tenaga kerja sector industry di daerah/provinsi.

Kelompok Industri daerah/provinsi yang menjadi fokus binaan pemerintah, yaitu berdasarkan koridor industri unggulan sesuai potensi daerahnya masing-masing. Rangkaian kegiatan yang berbentuk konsinyering dan diklat tersebut, dihadiri oleh Narasumber dari BKSP Jawa Tengah, yaitu Hertoto Basuki, Susena, dan Faiza Munabari yang merupakan praktisi dan expert dalam Bidang Pengembangan SDM Industri Daerah. Sebagaimana diketahui, BKSP Jateng selaku koordinator bagi BKSP maupun KADIN Daerah/Provinsi di Indonesia, dalam menjalin kerjasama dan sinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan SDM Industri daerah yang berkompeten melalui sistem sertifikasi kompetensi tenaga kerja. Pengembangan SDM Industri yang dimaksud adalah dengan mengingatkan dan memfasilitasi para pelaku usaha industri untuk terus meningkatkan dan menjamin kompetensi tenaga kerjanya melalui paket-paket pelatihan yang sesuai standar kebutuhan kerja industri nasional. Selain itu, pengembangan SDM diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas asesor kompetensi dalam asesmen unjuk kerja SDM Industri dengan output sertifikat kompetensi agar dapat lebih produktif dan bersaing dalam pasar tenaga kerja di tingkat nasional maupun regional ASEAN.


 
Konsinyering Tata Kelola Administrasi Ketatausaahn dan Pengelolaam SIMAK - BMN Pusdiklat Industri

Dalam rangka melaksanakan salah satu tugas pokok dan fungsi Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian, yakni melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga perkantoran diperlukan sumber daya manusia yang handal untuk mengolah dan memproses administrasi persoalan, BMN, kepegawaian dan manajemen kinerja, program dan keuangan. Untuk memperlancar penyelesaian tugas sehari-hari dan menyamakan pemahaman ketatausahaan agar diperoleh hasil yang optimal, Pada tanggal 24 - 26 September 2014 bertempat di Hotel Novotel Yogyakarta, Bagian Tata Usaha Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Konsinyering Tata Kelola Administrasi Ketatausaahn dan Pengelolaam SIMAK - BMN Pusdiklat Industri.Acara ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian dan dihadiri oleh semua Pimpinan dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pendidikan dan Balai Diklat Industri yang ada di bawah Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian

Read more text
 
Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif, dan Normatif SMK-SMAK/SMTI

Jakarta--Hotel Millenium Sirih, Dilaksanakan Workshop Penyusunan Modul Bidang Produktif, Adaptif dan Normatif SMK-SMAK/SMTI dilingkungan Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian pada 25 - 28 Agustus 2014. Workshop tersebut dihadiri oleh 142 Peserta dari SMK-SMAK/SMTI yang terbagi menjadi 31 kelompok penyusun modul sebagai berikut :

Read more text
 
Pesan Singkat
Pesan Terakhir: 4 hari, 3 jam lalu
  • ariantini : @Aqumantan: Akademi komunitas yang didirikan Kemenperin, secara kelembagaan berada di bawah Kemenperin, dimana pengembangan dan pelaksanaannya dilakukan bersama dengan pemda setempat serta perusahaan dan asosiasi industri terkait, untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga kerja terampil :)
  • ariantini : @AquMantan:
  • ariantini : @lhokseumawe: salam kenal juga dari Pusdiklat Industri :)
  • ariantini : @suwandi: terkait penawaran diklat yang Bapak sebutkan, jadwalnya memang belum ditentukan. No. telp yg bisa dihubungi 0215253040. Atau bpk bisa email ke «email»
  • ariantini : @icha0786: diklat fungsional perekayasa disperindag tidak diselenggarakan oleh Pusdiklat Industri. Untuk Fungsional Perekayasa sendiri dinaungi oleh BPPT, dan mereka yang biasanya menyelenggarakan diklat bagi Fungsional Perekayasa. Mungkin Icha bisa konsultasi dengan pimpinan atau bag. kepegawaian terkait hal tersebut (kontak dg BPPT terkait diklatnya) :)
  • suwandi : dear pusdiklat, nomor telepon nama yang bisa saya hubungi, jika ingin bertanya terkait penawaran diklat tahun 2015 ini?
  • suwandi : Selamat siang Pusdiklat Industri.. Saya ingin bertanya terkait Penawaran Diklat melalui surat nomor 0292/SJ - IND.6/1/2015 tertanggal 20 Januari 2015. Untuk Pelatihan Asesor Kompetensi & Penyusunan SKKNI diselenggarakan kapan ya? Mohon infonya.
  • suwandi : dear pusdiklat industri,
  • Ermawaty : Boleh minta daftar diklat yang akan diselenggarakan di tahun 2015?
  • AquMantan : Bapak/Ibu, saya mau tanya tentang Akademi Komunitas, apakah akademi tersebut merupakan satker baru?

Silahkan Login dahulu untuk dapat menulis pesan disini

Survei
Bagaimana Pendapat Anda mengenai tampilan web ini?
 
Zona Waktu
Home Artikel Internasional